KEPENDUDUKAN

A. Perkembangan Penduduk Indonesia
Menurut sensus penduduk Indonesia tahun 1980 jumlsh penduduk Indonesia adalah 147 juta jiwa, Pada tahun 1984 penduduk Indonesia berjumlah sekitar 162 juta jiwa. Dengan jumlah tersebut penduduk Indonesia merupakan penduduk terbesar di kawasan Asean dan merupakan urutan kelima terbesar di dunia.
Melihat perkembangan penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai saat ini terlihat tingkat pertumbuhan pertahundari periode sensus mengalami kenaikan. Semakin tinggi angka pertumbuhan penduduk semakin cepat pula penduduk menjadi dua kali lipat. Akibatnya tingkat kepadatannya menjadi tinggi, karena di lain pihak tanah tidak menjadi limbah lebar. Di samping jumlah menjadi lebih pelikkarena penyebarannya tidak merata. Kepadatan penduduk hamper seperlima penduduk Indonesia,dengan wilayah hamper 4 kali luas pulau Jawa. Hal-hal yang menyebabkan perkembangan atau pertumbuhan penduduk karena adanya tiga factor utama yaitu kelahiran yang sifatnya menambah penduduk, kematian yang menyebabkan berkurangnya pendudukdan migrasi yang dapat menambah atau mengurangi penduduk tergantung apakah migrasi masuk lebih besat dari pada migrasi keluar dan sebaliknya.

Cara-Cara Pengukuran Perkembangan Penduduk Dari Pencatatan Vital Statistik
Jika suatu daerah mempunyai suatu system pencatatan penduduk berjalan dengan baik, jumlah penduduk pada akhir suatu periode waktu dari daerah ayng bersangkutan dapat diperkirakan dengan menggunakan persamaan:
P1 = P0 + B – D + I – E
dengan:
P1= Jumlah penduduk pada akhir periode t
P0= Jumlah penduduk pada awal periode
B  = Jumlah kelahiran yang terjadi dalam periode t
D  = jumlah kematian yang terjadi dalam periode t
I   = Jumlah imigran atau migran masuk
E  = jumlah emigran atau migran keluar

Persamaan diatas di kenal dengan persamaan penduduk berimbang atau balancing equation. Karena jumlah kelahiran,kematian,migrasi masuk/imigrasi,migrasi keluar/emigrasi dapat di ketahui.
Jika angka-angka jumlah kematian dan kelahiran tak tersedia, dan yang tersedia hanya angka jumlah penduduk pada waktu-waktu tertentu seperti pada waktu-waktu sensus, perkembangan penduduk dapat diperlakukan antara lain dengan menggunakan rumus geometrik:
Rumus persamaan geometrik: P1 = P0 (1+r)t

Daftar Penduduk Menurut Urutan Sepuluh Besar Tahun 1984

Negara                             Jumlah Penduduk (x 1000)
1.    Cina                                             1.051.551
2.    India                                          745.742
3.    Uni Soviet                                275.761
4.    Amerika Serikat                    235.681
5.    Indonesia                               162.167
6.    Brazil                                        132.648
7.    Jepang                                     119.492
8.    Pakistan                                    98.971
9.    Bangladesh                               98.464
10.    Nigeria                                    92.037

B. Kemiskinan dan keterbelakangan
a). Kemiskinan dan dampaknya
Secara konseptual kemiskinan dapat dipandang dari berbagai segi. Pertama-tama dari segi subsistem, dimana penghasiloan dan jerih payah seseorang hanya pas-pasan untuk dimakan saja atau bahkan tidak pula untuk itu. Sedangkan dari segi eksternal mencerminkan konsekuensi social dari kemiskinan terhadap masyarakat disekelilingnya,yaitu bagaimana kemiskinan yang berlarut-larut mengakibatkan dampak sosial yang tidak ada habis-habisnya. Sedangkan kemiskinan ada tiga macam,yaitu:
– kemiskinan Relatif yaitu Menurut perbandingan kelas pendapatan

– kemiskinan Subjekti f yaitu Menurut perasaan per orang

– kemiskinan Absolut yaitu Apabila tingkat hidup seseorang tidak memungkinkannya untuk bisa memenuhi keperluan-   keperluannya yang mendasar,sehingga kesehatannya baik fisik maupun mental terganggu karenanya.
Dampak kemiskinan terhadap orang-orang miskin sendiri dan terhadap lingkungannya,baik lingkungan social maupun lingkungan alam, dengan sendirinya sudah jelas negative. Orang miskin tidak mampu memenuhi keperluan gizi minimal bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarganya. Dampak kemiskinan terhadap lingkungan sosial tampak mengalirnya penduduk ke kota-kota tanpa bekal pengetahuan apalagi bekal materi. Akibatnya antara lainialah banyaknya tukang becak,pemungut punting,gelandangan,pengemis dan sebagainya yang menghuni dikampung-kampung liar dan jorok di gubuk-gubuk reot yang tidak pantas didiami manusia.
c). Sebab-sebab kemiskinan
Sebab-sebab kemiskinan yang pokoknya bersumber dari empat hal,yaitu mentalitas si miskin itu sendiri,minimnya keterampilan yang dimilikinya,ketidakmampuannya memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang disediakandan peningkatan jumlah penduduk yang relatif berlebihan.
Apabila orang suadah terperangkap dalam jurang kemiskinan, dan tidak lagi melihat kemungkinan untuk keluar dari jurang itu,maka ia cenderungmengambil sikap “nerimo” dalam bahasa jawanya. Sumber daya alam lama-kelamaan akan terkuras habis dan bahkan jika tidak habis,makin banyak orang yang memerlukan sedangkan sumber daya alamnya bukan main meningkat kemampuannya. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya kepadatan penduduk yang memang sulit dicegah walaupun program KB terus-menerus digalakkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: